Showing posts with label My Lesson. Show all posts
Showing posts with label My Lesson. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

Elemen Dalam Dunia Telekomunikasi




Elemen Dalam Dunia Telekomunikasi - Dunia Telekomunikasi itu bukan hanya sekedar vendor dan operator saja, dimana masih terdapat banyak elemen elemen yang lainnya. Banyak bidang yang dapat digeluti dalam bidang telekomunikasi sertahasilnya pun tidak kalah bersaing dengan yang bekerja di operator dan vendor. Kalau begitu mari kita menyimak pengertian serta pemahaman saya atas berbagai bidang tersebut.


1. OPERATOR


Siapa yang belum tau apa itu dan siapa aja itu Operator ? Seringnya kita menggunakan jasanya serta mendengar dan melihat iklannya di TV ataupun di spanduk spanduk. Operator merupakan penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk pelanggan. Dimana Operator ini yang menjaga ketersediaan jaringan untuk berkomunikasi dengan nyaman baik suara, maupun data. Contoh dari Operator ini adalah INDOSAT, XL AXIATA, 3, TELKOMSEL, SMARTFREN dll.

2. VENDOR



Tempat kerja yang menjadi dambaan orang telekomunikasi selain di Operator adalah Vendor. Jika tadi Operator yang menyediakan jaringan kepada masyarakat maka Vendor inilah yang membuat komponen agar orang dapat berkomunikasi satu sama lain. Bisa dikatakan antara Operator dan Vendor mesti bekerja sama dalam memberi layanan terhadap masyarakat meskipun di jaman sekarang sudah ada yang mampu untuk menjadi vendor dan operator. Jenis jenis Vendor yaitu seperti NSN, Ericsson, Huawei, ZTE dll.

3. KONTRAKTOR

Selain Vendor dan Operator tentunya pasti ada Kontraktornya juga dong, dimana Kontraktor merupakan perusahaan yang mengerjakan proyek yang dimenangkan tendernya oleh sebuah vendor. Misalnya ZTE memenangkan tender offer instalasi jaringan untuk operator XL atau Telkomsel. Maka Kontraktor tadi bisa menawarkan diri sesuai kemampuannya untuk mengerjakan proyek bagi operator tentu saja dibawah naungan ZTE. Masih banyak yang dapat dilakukan Kontraktor seperti Instalasi BTS, Instalasi Micro Wave sertas masih banyak lagi. Biasanya Kontraktor ini melayani proyek proyek yang besar yang diikuti oleh beberapa Kontraktor lainnnya.

4. SUPPLIER

Menjadi Supplier tentunya diperlukan oleh perusahaan telekomunikasi. Namun sebuah supplier mesti kompeten dan cakap dalam memasok kebutuhan barang dan jasa guna menunjang perusahaan tersebut. Beberapa barang yang biasanya di supply untuk perusahaan telekomunikasi yaitu Sparepart Modul BTS, Microwave, BBM, Alat Kontraktor serta tentunya masih banyak lagi yang dapat disupply sesuai dengan kebutuhan masing - masing perusahaan.

5. OUTSOURCE

Di perusahaan telekomunikasi tentunya masih membutuhkan tenaga out source atau tenaga kerja lepas dimana untuk membantu mengerjakan pekerjaan administrative hingga teknis. Baik bagian operasional engineer,trouble shooter, hingga bagian maintenance. Intinya pada bagian out source ini sangat dibutuhkan ilmu yang banyak apalagi pengalaman kerja sehingga pekerjaan yang akan dikerjakan nantinya aka membuat puas bos kita. Ternyata pekerja out source sudah banyak yang mempraktekkan dan kini bukan hanya di bagian telekomunikasi saja.

Demikianlah postingan kami mengenai Elemen Dalam Dunia Telekomunikasi semoga dengan inikita semua semakin paham dengan dunia telekomunikasiyang terus berkembang hingga sekarang.

Monday, March 26, 2012

Belajar Mengenal Perkembangan Teknologi 1G sampai 3,5G


Belajar Mengenal Perkembangan Teknologi 1G sampai 3,5G - Mengertikah Anda dengan judul diatas ? Mungkin sebagian sudah langsung paham ketika saya menulis 1G, 2G, 3G dan 3,5G. Jika ada yang mengatakan ini bagian dari teknologi komunikasi seluler maka itu benar. Itu semua merupakan tingkatan Generasi Pertama hingga Generasi selanjutnya yang masih kita gunakan sekarang yang pastinya akan terus berubah ubah seiring kebutuhan manusia. Kalau begitu langsung saja berikut penjelasannya

Generasi Pertama ( 1G )

Kenal kah Anda dengan 1G ? 1G merupakan merupakan generasi pertama dari telekomunikasi seluler dimana terkenal dengan menggunakan teknologi AMPS ( Advanced Mobile Phone System ) yang menggunakan teknologi Analog dengan band frekuensi 800 Mhz. AMPS ini menggunakan metode akses FDMA ( Frequency Division Multiple Access ) . Disinilah baru bermula teknologi komunikasi dimana tidak dapat dua user itu saling berkomunikasi sekaligus melainkan harus secara bergantian seperti Handy Talky. Orang pada zaman ini pasti tidak asing dengan HP dalam ukuran relatif besar dan abaterai besar karena membutuhkan daya yang besar pula


Generasi Kedua ( 2G )

Digenerasi kedua inilah teknologi AMPS kian hari makin tergeser oleh GSM ( Global System for Mobile ) dimana GSM ini sudah menggunakan teknologi digital. Dimana teknologi digital tersebut bisa dikatakan diatas dari teknologi analog seperti unggul dalam hal kapasitas, sistem security yang lebih baik dan layanan yang sudah beragam. GSM juga sudah menggunakan FDMA dan TDMA ( Time Division Multiple Access ) dan bekerja pada band frekuensi 900 Mhz. Nah, pasti semuanya mengenal GSM nih, atau minimal udah pernah mendengar istilahnya hehe. Keunggulan GMS dimasanya yaitu kemampuan roaming yang luas sehingga dapat dipakai di berbagai Negara. Namun ternyata seiring dengan berjalannya waktu GSM udah punya pesaing yang namanya CDMA ( Code Division Multiple Access ), dimana CDMA ini menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan yang lain. CDMA pun memiliki keunggulan dibanding GSM seperti suara yang dihasilkan lebih jernih, kapasitas yang lebih besar dan kemampuan aksesyang lebih tinggi. Nah lho jadi yang lebih bagus mana yah GSM atau CDMA ? Nanti dah ane akan posting perbandingan keduanya. Perlu diketahui di generasi kedua ini orang sudah mulai dapat berbicara secara bersamaan di telepon, dan pastinya udah bisa SMS dong.



Generasi Ketiga ( 3G )

Dari namanya udah tau belum 3G itu apa ? hehe. Saya yakin kita semua sering mendengar 3G disebut sebut banyak orang atau bahkan diperbincangkan. Di Generasi Ketiga atau UMTS ( Universal Mobile Telecommunication Service ) sepertinya kelihatan seperti lanjutan dari teknologi GSM/EDGE/GPRS namun UMTS ini masih lebih diatas dari semuanya dari segi kecepatan akses data, video call, video conference, video streaming, video mail PC to Mobile, serta Internet Browsing. Namun sayangnya untuk mengembangkan 3G ini dulunya masih membutuhkan dana yang banyak yang terdiri atas biaya lisensi kepada pemerintah, membayar lisensi 3G pada vendor 3G, biaya penambahan Base Station/Node B, RNC ( Radio Network Controller ) dan biaya upgrade software pada MSC SSGN, GPRS dan jaringan lain. Namun akhirnya sekarang sudah banyak dipergunakan sehingga kebutuhan masyarakat dalam hal komunikasi dapat terpenuhi nih.

Generasi Ketiga-Setengah ( 3,5G )

Setelah berbagai generasi di lalui mulai dari 1G, 2G, 3G maka disini merupakan setengah antara 3 dan 4 G . Kemunculan teknologi 3,5G ini diakibatkan kebutuhan masyarakat yang sudah semakin pesat dalam hal bertukar data, berkomunikasi dll. Maka dari itu muncullah teknologi 3,5 Gatau sering disebut super 3G dimana terdapat beberapa peningkatan seperti transfer data yang lebih cepat sehingga melayani komunikasi multimedia seperti akses internet serta vide sharing. Adapun yang termasuk teknologi 3,5G yaitu HSDPA, WiBro dll. Sampai sekarang pun masih banyak vendor yang menggunakan 3,5G ini, namun belakangan ini kita juga sering mendegar kemunculan teknologi 4G yang mana akan segera dirasakan masyarakat Indonesia, dan tak ayal lagi yang menemukan teknologi 4G ini adalah orang Indonesia itu sendiri yang bekerja untuk Jepang. Kita tunggu saja yah kehadiran 4G ini di Indonesia secara mengglobal, diluar sana negara maju seperti jepang dan korea pastinya sudah bisa merasakan teknologi 4G ini dimana 4G ini menggunakan teknologi OFDMA ( Orthogonal Frequency Division Multiple Access )

Demikianlah postingan kami mengenai Belajar Mengenal Perkembangan Teknologi 1G sampai 3,5G , semoga saja pengenalan teknologi seluler ini semakin membuat kita paham dan melek terhadap teknologi masa kini.

Saturday, March 24, 2012

Mengenal dan Memahami Tujuh Layer Osi



Mengenal dan Memahami Tujuh Layer Osi - Siapa yang bergerak dibidang IT nih ? Atau yang dibagian Komputer Jaringan deh ? Kalo melihat judul postingan ini pasti punya bayangan dan ingatan tersendiri mengenai Layer OSI ini deh pastinya. Buat para sahabat bidang IT dan Komputer Jaringan sangat penting memahami Layer OSI ini loh hehe. Berikut OSI Layer merupakan model kerangka kerja yang diterima secara global bagi pengembangan standar yang lengkap dan terbuka. Model OSI membantu menciptakan standar terbuka antar system untuk saling berhubungan dan saling berkomunikasi terutama dalam bidang teknologi informasi.
Model referensi OSI Layer dibagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh The International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol Internasional yang digunakan pada berbagai Layer .


Adapun prinsip yang digunakan Osi Layer yaitu :

  • Sebuah Layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
  • Setiap Layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
  • Fungsi layer di bawahnya adalah sebagai pendukung fungsi layer di atasnya.
  • Fungsi setiap Layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
  • Batas-batas Layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
  • Jumlah Layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu Layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah Layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin ehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.

Setelah mengenal beberapa prinsip dari OSI Layer, maka kita mesti mengenal Tujuan dari OSI Layer :

  • Koordinasi berbagai kegiatan.
  • Penyimpanan data.
  • Antar layer berlainan terdapat interface, layer yang sama terdapat protokol.
  • 3 layer pertama adalah interface antara terminal dan jaringan yang dipakai bersama, 4 layer selanjutnya adalah hubungan antara software.
  • Keandalan dan keamanan sistem pendukung perangkat lunak.
  • Manajemen sumber dan proses.
  • Membuat kerangka agar sistem / jaringan yang mengikutinya dapat saling berkomunikasi/ saling bertukar informasi, sehingga tidak tergantung
Kemudian barulah kita masuk pada intinya dimana penjelasan ke Tujuh OSI Layer ini, berikut penjelasannya :


  1. Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit juga, dan bukan 0 bit. Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah lapisan fisik.
  2. Data Link Layer berfungsi sebagai pentransmisi data dengan memungkinkan pengirim memecah mecah data input menjadi sebuah frame yang jumlahnya biasa ratusan maupun ribuan. Lalu barulah ditransmisikan secara berurutan dan memprosesnya kembali di penerima. Biasanya Guru ane bertanya, " Apa yang menyebabkan ketika data itu dipecah - pecah dapat ditau kapan pengiriman data terakhir datang ? " Hayoo ada yang bisa menjawab . Adapun fungsi umum dari Data Link Layer ini sebagai Framing, Physical Addressing, Flow Control, Erorr Control, Communication Control.
  3. Network Layer berfungsi sebagai pengendalian operasi subnet dimana ini menentuka rute pengiriman paket dari sumber ke tujuan, serta mengendalikan kemacetan juga loh. Ibaratnya nih, Network LayerNetwork layer ini sebagai polisi lalu lintas loh. Sehingga memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda seperti protocol yang berbeda, pengalamatan dan Arsitektur jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi. Tugas utama seorang Network Layer yaitu Local Addressing dan Routing.
  4. Transport Layer berfungsi sebagai menerima data dari session Layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke Network Layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi Layer-Layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
  5. Session Layer berfungsi sebagai pemberi ijin para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh Transport Layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.
  6. Presentation Layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. presentation Layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan contoh layanan pressentation adalah encoding data.
  7. Application Layer berfungsi untuk menentukan terminal virtual jaringan abstrak, serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Fungsi Application Layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini.
Demikianlah postingan kami mengenai Mengenal dan Memahami Tujuh Layer Osi , semoga dengan ini Anda dapat memahami apa itu OSI Layer itu dan pembagiannya. Selamat malam.
Adapun referensi yang kami gunakan merupakan gabungan dari beberapa sumber dibawah :

Baroto, Wisnu. 2003. Memahami Dasar-Dasar Firewall Keluaran Next Generation. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Kadir, Abdul & Triwahyuni, Terra. 2003. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi.
Sukmaaji, Anjik & Rianto. 2008. Jaringan Komputer. Yogyakarta : Andi.

Winarno Sugeng. 2006. Jaringan Komputer dengan TCP/IP. Bandung : Informatika.

Serta tugas dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana Bukit Jimbaran-Bali

Saturday, March 10, 2012

Mengenal Perbedaan HSDPA dan HSUPA



Mengenal Perbedaan HSDPA dan HSUPA - Selamat pagi sahabat blogger serta pembaca sekalian. Senang sekali kami bisa mengupdate postingan mengenai pelajaran kami disekolah. Pastinya udah banyak yang mengenal HSDPA maupun HSUPA baik yang hanaya mengenal nama maupun secara keseluruhan. Nah, kalau begitu mari melihat penjelasan singkat dari kami


High-Speed Downlink Packet Access


High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah protokol telepon genggam dan kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5 G. HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi. HSDPA memdefinisikan sebuah saluran W-CDMa yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang cara operasinya berbeda dengan saluran W-CDMA yang ada sekarang. Hingga kini penggunaan teknologi HSDPA hanya pada komunikasi arah bawah menuju telepon genggam. High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah jaringan yang diperuntukkan bagi telepon seluler yang populer dengan nama teknologi 3,5G. Teknologi ini menyediakan kemampuan mengunduh yang cepat dan merupakan sambungan dari asynchronous digital subcriber line (ADSL) yang digunakan pada sambungan layanan internet untuk daerah perumahan dan mencegah melambatnya koneksi pada telepon seluler.



Keunggulan

* Teknologi HSDPA dapat digunakan untuk banyak user secara bersama-sama. Tetapi jika semua user melakukan download file dengan kapasitas yang besar dari internet, akan berimbas pada aliran data, yaitu seluruh user akan mendapat koneksi yang lambat.

* Frekuensi yang dipakai oleh teknologi ini sudah dapat dimaksimalisasikan secara efisien dengan pemakaian bandwith (lebar pita) yang tepat.

* Mengurangi tertundanya pengunduhan atau download data (delay), walaupun dengan banyaknya pengguna dari koneksi HSDPA, unduhan data tidak akan tertunda, tetapi mungkin mengalami sedikit keterhambatan aliran data.

Kekurangan

* Kecepatan maksimum 14,4 Mbps dalam jarak kurang dari 1 km dari base station. Apabila sudah mencapai jarak lebih dari sama dengan 6 km, aliran data akan menurun kepada kecepatan 1 Mbps.

* Harga yang cukup mahal bila dibandingkan dengan jaringan seperti WiMAX.



High-Speed Uplink Packet Access


High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA) adalah protokol telepon genggam 3G dalam keluarga HSPA dengan kecepatan unggah/"uplink" hingga 5.76 Mbit/s. Nama HSUPA diciptakan oleh Nokia. 3GPP tidak mensupport istilah 'HSUPA', sebagai gantinya digunakan istilah Enhanced Uplink (EUL).

Mirip-mirip dengan HSDPA, HSUPA menggunakan packet scheduler, tapi beroperasinya berdasarkan prinsip request-grant dimana UEs meminta izin untuk mengirim data dan scheduler (penjadwal) memutuskan kapan dan seberapa banyak UE yang diperbolehkan mengirimkan data. Permintaan untuk mentransmit data berisikan status dari buffer transmisi dan antrian di UE, juga ketersediaan margin dayanya. Bagaimanapun, tidak seperti HSDPA, transmisi uplink tidak ortogonal satu dengan yang lainnya.



Pada "Layer" 1, HSUPA memperkenalkan kanal fisik baru E-AGCH (Access Grant Channel), E-DCH Relative Grant Channel, F-DPCH (Fractional-DPCH), E-HICH (E-DCH Hybrid ARQ Indicator Channel), E-DPCCH (E-DCH Dedicated Physical Control Channel) dan E-DPDCH (E-DCH Dedicated Physical Data Channel).

E-DPDCH digunakan untuk membawah E-DCH "Transport Channel"; dan E-DPCCH digunakan untuk membawa informasi kontrol yang diasosiasikan dengan E-DCH.

Setelah HSUPA, 3GPP bekerja pada laju transfer yang lebih jauh. LTE menyediakan hingga 326.4 Mbit/s untuk unduh/"download" dan 86.4 Mbit/s untuk unggah. LTE-Advanced, masih dalam pengembangan sebagai "minor update" untuk jaringan LTE, mendukung hingga rata-rata unduh maksimum 1 Gbit/s.


Demikianlah postingan kami mengenai Mengenal Perbedaan HSDPA dan HSUPA semoga dengan ini info kita semua serta pemahaman kita dapat bertambah walaupun sedikit.

Monday, February 6, 2012

Tugas Sekolah


Blogpanik.blogspot.com - Selamat pagi sahabat blogger, happy blogwalking yah. Pagi pagi begini blogpanik ingin menupdate sedikit mengenai Tugas sekolah yang diberikan oelh guru ane. Mungkin tugas ini sderhana namun berarti banyak bagi ane. Tugasnya yaitu membuat tutorial How to Install Modem Vodafone baik melalui softwarenya maupun dengan cara dial - up serta adapun juga Bagaimana Ilustrasi perjalanan Computer sampai connect to internet. LAngsung saja kita ke link donwloadnya yah :


Saturday, December 17, 2011

DWDM ( Dense Wavelength Division Multiplexing )

DWDM merupakan suatu teknik transmisi yang memanfaatkan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda beda sebagai kanal informasi sehingga setelah dilakukan proses multiplexing seluruh panjang gelombang dapat ditransmisikan melalui serat optik.



Adapun cara cara yang dapat dilakukan untuk mengefisienkan saluran dalam memenui kebutuhan kapasitas akibat traffic yang padat antara lain :

  • Menambah fiber, namun harga yang dikenakan cukup mahal dan rumit
  • Memperbesar kecepatan transmisi, maksudnya dengan mengubah modulasinya ataupun dinaikkan tingkatan modulasinya.
  • Mengimplementasikan teknologi DWDM


Kelebihan DWDM

  • Baik untuk diterapkan pada jaringan telekomunikasi jarak jauh/long distance. Baik juga untuk sistem point to point maupun topologi ring.
  • Lebih fleksibel untuk mengantisipasi pertumbuhan traffic yang tidak terprediksi.
  • Transparan terhadap beberapa bit rate dan protocol jaringan
  • Tepat untuk diterapkan pada daerah dengan perkembangan kebutuhan bandwidth yang cepat

Kekurangan DWDM

  • Direkomendasikan untuk kapasitas yang besar saja/tidak di rekomendasikan pada kapasitas kecil .

Wednesday, November 24, 2010

Prosedure Instalasi Panel koneksi

Menginstalasi Tower atau Tiang Penyangga


1. Menyiapkan alat ukur waterpass dan angel meter



2. Pertama-tama letakkanlah waterpass diatas tiang penyangga(tower) agar tower dapat diukur sehingga dapat tegak lurus. Tower dinyatakan tegak lurus ketika gelembung dalam alat tersebut berada di tengah.

3. Setelah tower telah tegak lurus maka kita akan melanjutkan ke bagian mengatur penggerak azimuth dan elevasi

Mengatur Penggerak Azimuth dan Elevasi

4. Longgarkan mur dan baut penggerak azimuth dan elevasi dengan menggunakan kunci pas.

5. Gunakanlah kompas ataupun mengambil acuan dari internet dengan melakukan koneksi ( contoh Telkom 2 azimuth : 344,50 , elevasi : 83,70 )

6. Gerakkanlah penggerak azimuth ke arah 344,50 dengan acuan utara = 00 , kemudian setelah mendapatkan arah yang tepat kencangkanlah kembali mur/baut penggerak azimuth.

7. Setelah azimuth maka gerakkan lagi penggerak elevasi sesuai sudut yang ditentukan yaitu 83,70 . Lalu setelah itu kencangkan kembali baut/mur nya. Gunakanlah angelmeter dalam menentukan sudut elevasi.

8. Setelah penggerak azimuth dan elevasi telah benar dan telah dikencangkan kita akan melanjutkan kebagian menginstalasi antena

· Mengintalasi Antena Parabola

9. Siapkan alat-alat yang ingin digunakan dalam menginstalasi/memasang antena parabola. Seperti kunci 10 untuk mengencangkan atau melonggarkan mur/baut.

10. Ambillah dua bagian kuping antena parabola yang ingin di satukan.

11. Kemudian longgarkan terlebih dahulu mur pada kuping antena tersebut, lalu mulailah untuk menyambungkannya.

12. Setelah kuping antena tersebut telah terpasang , maka bersiaplah untuk memasang ring antena parabola pada tower ( tiang penyangga )

13. Mulailah dengan melonggarkan mur/baut di bagian kedua dari atas kuping antena tersebut lalu mulailah memasangkan ring antena tersebut dengan menggunakan kunci pas. Lalu kencangkanlah mur/baut tersebut.

14. Setelah ring antena parabola terpasang , maka kita akan melanjutkannya dengan menginstalasi LNB.

Menginstalasi LNB

15. Pasanglah piringan LNB-F pada tiang fokus antena parabola

16. Pasanglah kedua LNB-F pada kedalaman 400 dengan posisi 00 mengarah ke timur atau barat

17. Setelah itu kita akan memasang ketiga penyangga LNB-F , setelah tepat maka kencanglah mur nya.

18. Setelah murnya telah dikencangkan maka akan jadilah seperti gambar dibawah ini.

19. Kemudian selanjutnya kita akan memasangnya pada antena parabola dengan cara melonggarkan mur pada antena parabola lalu memasukkan ketiga kaki LNB tersebut di sela - selanya. Kemudian setelah itu kencangkan kembali murnya.

20. Setelah itu kita akan melangkah ke bagian Instalasi Modem





Wednesday, November 3, 2010

KK 2 & 6 ( Antenna )

Inilah salah satu pelajaran kejuruan Transmisi yaitu Antenna. Disini kami akan dibiasakan untuk memanjat tower kemudian melakukan instalasi antenna. Berikut aksi-aksi kami dan sebagian lagi berfoto ria bersama Pak Mukhlis bagi yang sudah instalasi.










Tuesday, November 2, 2010

Cara menyambungkan konektor

• Pertama siapkan alat dan bahan yang telah ditentukan sebelumnya. Gunakan lah safety agar lebih aman
• Ambillah kabel RG-6, kemudian potong 30 mm dari ujung kabel. Gunakanlah cutter atau gunting untuk memotong plastik luar yang berwarna hitam



• Pisahkan kabel tembaga dengan serabut rugi-rugi dengan menariknya kebelakang dari tembaganya secara rapi. Sehingga terlihat seperti pada gambar.





• Setelah itu masukkan lah konektornya , kemudian jika tembaganya terlalu panjang maka potonglah agar ukurannya sesuai dengan sisi yang lainnya.



• Lakukanlah cara yang sama pada sisi yang lainnya untuk disambungkan ke konektor yang tadi.
• Kemudian setelah kedua sisi terpasang konektor F, maka lakukanlah penyambungan keduanya dengan menggunakan sambungan konektor F atau sambungan konektor BNC. Setelah kedua sisi tersambung maka kencangkan lah sambungannya.



• Setelah penyambungan selesai maka uji lah pada alat yang ada pada guru anda.


Saturday, September 25, 2010

Membuat Antenna TV sederhana

A. Pertama siapkan alat dan bahannya seperti dibawah ini :

Alat :
1. Obeng
2. Bor
3. Gergaji Besi
4. Penggaris / Meteran


Bahan :
1. Batang Aluminium bundar ± 6 meter
2. Aluminium kotak
3. Box Antenna
4. Kabel RG-6 5 meter
5. Mur/Baut

B. Carilah frekuensi Tv yang diingikan kemudian carilah lamdanya dengan rumus ( lamda = C/F ). Dimana C merupakan kecepatan cahaya dan F adalah frekuensi channel Tv tadi yang dicari dalam satuan MHz.

C. Setelah itu potonglah batang aluminium bundar sesuai dengan panjang lamda yang telah dihitung untuk setiap directory. Kemudian nanti directorynya diberikan lubang kecil ditengah untuk tempat mur/baut.

D. Ambillah aluminium kotak tadi kemudian lubangi aluminium kotak itu masing-masing jarak setiap directory 5cm. Lalu bor lah ketika telah ditandai.

E. Setelah aluminium kotak tadi telah selesai di bor dan semua directory telahjadi maka masukkanlah satu persatu directory ke dalam aluminium kotak tadi. Lalu ambillah mur/baut, dan obeng untuk mengencangkannya.


F. Setelah semua directory telah terpasang dengan baik pada aluminium kotak tadi, maka kita tinggal memasang box antenna nya saja lalu kencangkan dengan obeng.


G. Akhirnya jadilah antenna Tv luar sederhana seperti gambar di bawah ini.